Pertemuan tersebut menjadi bagian dari koordinasi menjelang pelaksanaan Munas II PERDISKI yang dijadwalkan berlangsung di Surabaya, Jawa Timur. Dalam kesempatan itu, pengurus organisasi turut menyampaikan undangan kepada Wakil Presiden untuk membuka agenda nasional tersebut.
Dalam audiensi, Wapres Gibran menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan Munas II PERDISKI serta upaya peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia, termasuk penguatan Pendidikan Agama Kristen sebagai bagian dari pembentukan karakter dan nilai kebangsaan generasi muda.
Ketua Umum PERDISKI, Yusak, mengatakan organisasi yang dipimpinnya berkomitmen memperjuangkan peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru Pendidikan Agama Kristen di berbagai daerah.
Menurutnya, kesejahteraan pendidik memiliki hubungan erat dengan efektivitas proses pembelajaran dan penanaman nilai-nilai keagamaan kepada peserta didik.
Sementara itu, Ketua Panitia Munas II PERDISKI, Riovold Yulianto, menyampaikan kesiapan pelaksanaan kegiatan sekaligus menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi pendidikan agama Kristen di daerah.
Salah satu isu yang dibahas adalah keterbatasan ketersediaan guru Pendidikan Agama Kristen di sejumlah satuan pendidikan serta pentingnya perlindungan terhadap hak beragama dan pelaksanaan pendidikan keagamaan secara aman.
PERDISKI juga menegaskan komitmennya memperkuat perlindungan hukum bagi anggotanya dengan membentuk tim kuasa hukum organisasi. Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan pendampingan kepada guru yang menghadapi persoalan hukum maupun dugaan tindakan diskriminatif saat menjalankan tugas profesinya.
Advokat Saddan Sitorus menjelaskan bahwa tim hukum akan memberikan pendampingan litigasi dan nonlitigasi secara profesional bagi anggota yang membutuhkan bantuan hukum.
Audiensi turut dihadiri sejumlah pengurus pusat PERDISKI dan menghasilkan kesepahaman mengenai pentingnya sinergi berkelanjutan antara organisasi profesi dengan pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan pendidikan, mulai dari kekurangan tenaga pendidik, perlindungan profesi guru, hingga peningkatan kesejahteraan pendidik.
Dukungan yang disampaikan Wakil Presiden diharapkan menjadi dorongan bagi suksesnya penyelenggaraan Munas II PERDISKI sekaligus memperkuat peran organisasi dalam mendorong pengembangan pendidikan agama Kristen di Indonesia. RED