Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan profesionalisme insan teritorial dalam mendukung kekuatan pertahanan laut menuju Indonesia Maju.
Dalam kegiatan tersebut, Sandra menyampaikan materi mengenai pentingnya membangun komunikasi yang humanis dan memperkuat kemitraan antara TNI Angkatan Laut dengan masyarakat pesisir.
Materi tersebut diberikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan personel TNI AL dalam menjalankan tugas pembinaan wilayah maritim.
Menurut Sandra, pemahaman terhadap karakteristik masyarakat pesisir merupakan langkah awal yang sangat penting dalam membangun hubungan yang harmonis antara aparat dan masyarakat.
Dengan memahami kondisi sosial, budaya, serta kebutuhan masyarakat pesisir, personel TNI AL dapat melakukan pendekatan yang lebih efektif dan tepat sasaran.
Ia menjelaskan, melalui kegiatan sosialisasi ini para peserta diharapkan mampu memahami karakteristik masyarakat pesisir serta menjalin komunikasi yang santun, efektif, dan humanis.
Selain itu, peserta juga diharapkan mampu membangun kepercayaan masyarakat terhadap TNI serta mendukung berbagai program pemberdayaan dan penguatan keamanan di wilayah pesisir.“Pemahaman terhadap karakteristik masyarakat pesisir sangat penting agar pendekatan yang dilakukan dapat diterima dengan baik,” ujar Sandra.
“Dengan komunikasi yang efektif dan humanis, hubungan antara TNI dan masyarakat akan semakin kuat sehingga berbagai program yang dijalankan dapat berjalan optimal,” lanjutnya.
Kegiatan BABINPOTMAR TA 2026 menjadi salah satu bentuk komitmen TNI Angkatan Laut dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang teritorial.
Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat sinergi antara TNI AL dan masyarakat pesisir dalam mendukung pembangunan serta ketahanan wilayah maritim.
Melalui pembinaan yang berkelanjutan, diharapkan tercipta hubungan yang semakin erat antara TNI AL dan masyarakat.
Sinergi tersebut dinilai penting dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta memperkuat ketahanan wilayah maritim Indonesia. Sof