Kegiatan ini merupakan bagian dari program edukasi pengelolaan sampah yang dilaksanakan secara bertahap di seluruh kelurahan di Kota Bitung. Untuk pelaksanaan di Wangurer, peserta berasal dari Kelurahan Wangurer, Kelurahan Girian Bawah, dan Kelurahan Girian Permai.
Pelatihan dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bitung, Ellen Honandar-Sondakh, S.E., Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bitung Merianti Dumbela, S.E., M.A.P., Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bitung Steven Prok, S.H., Camat Girian Rukman Rasyid, S.Sos., Ketua TP PKK Kecamatan Girian, mahasiswa KKT Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Angkatan 148, serta masyarakat setempat.
Selama pelatihan, peserta memperoleh materi sekaligus praktik langsung mengenai cara mengolah sampah organik rumah tangga menjadi kompos. Hasil kompos tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk tanaman maupun kegiatan pertanian skala rumah tangga.
Lurah Wangurer, Siti Mariam Lareha, S.E., mengatakan pelatihan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik dari sisi kebersihan lingkungan maupun peningkatan nilai ekonomi."Pengelolaan sampah rumah tangga sangat bermanfaat bagi masyarakat Wangurer. Selain dapat mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA), hasil kompos juga dapat dimanfaatkan sendiri bahkan berpotensi menambah pendapatan keluarga," ujarnya.
Sementara itu, Camat Girian Rukman Rasyid menilai program tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam membangun budaya hidup bersih sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan sampah organik.
Melalui pelatihan ini, pemerintah berharap masyarakat semakin sadar pentingnya memilah sampah sejak dari rumah. Dengan pengelolaan yang tepat, sampah organik tidak lagi menjadi limbah, tetapi dapat diolah menjadi kompos yang bernilai guna serta mendukung ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan di Kota Bitung.
( Sartika )